Showing posts with label MOTIVASI. Show all posts
Showing posts with label MOTIVASI. Show all posts

Thursday, 17 November 2016

Motivasi dari Kisah Kakek Penjual Tahu Tengah Malam

Motivasi dari Kisah Kakek Penjual Tahu Tengah Malam




Menurut Zubair, dia sendiri sudah lupa berapa lama jualan tahu tersebut dilakukannya.
" Saya sudah tua, Nak. Tapi saya harus terus berjualan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Sudah puluhan tahun saya berjualan, sejak dari dulu lagi saya jalan kaki," jelasnya sambil tersenyum.
Si kakek memulai jualan pukul 3 sore dan pulang ke rumah sekitar pukul 1 pagi. Rutinitas tersebut dilakukannya setiap hari.
Meskipun rata-rata pendapatan yang diperolehnya sekitar Rp 16.000, namun Zubair masih bersyukur dengan rezeki yang diberikan Allah kepadanya.
Katanya, apalah guna rezeki yang banyak jika tidak berkah dan halal.

Katanya, apalah guna rezeki yang banyak jika tidak berkah dan halal.
" Tidak ada masalah Nak. Meskipun hasilnya sedikit, tetapi berkah dan halal daripada dapat uang banyak tapi tidak berkah. Buat apa," ujarnya.
Meskipun sudah berada dalam usia renta dengan kemampuan fisik yang terbatas, Zubair tetap berdoa agar selalu diberikan kesehatan dan panjang umur untuk terus jualan tahu keliling.
" Tidak ada masalah Nak. Meskipun hasilnya sedikit, tetapi berkah dan halal daripada dapat uang banyak tapi tidak berkah. Buat apa," ujarnya.
Meskipun sudah berada dalam usia renta dengan kemampuan fisik yang terbatas, Zubair tetap berdoa agar selalu diberikan kesehatan dan panjang umur untuk terus jualan tahu keliling. (Ism) 

sumber : dream.com
Pahlawan Nasional dari Pesantren

Pahlawan Nasional dari Pesantren



" Dan kita yakin saudara-saudara
pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita
sebab Allah selalu berada di pihak yang benar
percayalah saudara-saudara
Tuhan akan melindungi kita sekalian
Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
Merdeka!!!"

Penggalan pidato berapi-api dari Bung Tomo menyulut semangat gerakan perlawanan 10 November 1945 di Surabaya, Jawa Timur. Tak hanya Bung Tomo, tokoh-tokoh agama yang terdiri dari kalangan ulama dan kiai-kiai pesantren punya andil besar dalam pergerakan ini.
Kiai Haji Hasyi Asy'ari misalnya. Tokoh pendiri Nahdlatul Ulama ini berperan penting dalam keluarnya resolusi jihad yang kemudian mendorong pertempuran hebat 10 November 1945 di Surabaya.
Sekitar dua minggu sebelum pertempuran 10 November 1945 terjadi, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan Resolusi Jihad Fii Sabilillah pada 22 Oktober 1945.
" Resolusi jihad ini diambil karena banyaknya bentrok fisik yang terjadi di Surabaya maupun Indonesia," terang Dosen Ilmu Sejarah Universitas Negeri Surabaya (UNESA), RN Bayu Aji saat berbincang dengan Dream.co.id.
Resolusi Jihad Fii Sabilillah PBNU di Surabaya mempunyai peranan penting membakar semangat arek-arek Suroboyo dalam pertempuran 10 November 1945.
" Tidak peduli warga NU ataupun masyarakat Islam yang lainnya. Warga NU, khususnya pemuda dan santri pondok juga telah bergabung dengan tentara Hizbullah untuk dilatih sebagai pasukan perang kala itu," ungkap Bayu.
Sebab itu, kata Bayu, Resolusi Jihad Fii Sabilillah PBNU ini layak untuk mendapatkan perhatian dalam historiografi Indonesia. Khususnya pada rentetan peristiwa 10 November, yang akhirnya mengantarkan Surabaya menjadi wilayah yang identik dengan Kota Pahlawan.
***
Tokoh NU lain yang bergelar pahlawan nasional yakni KH Idham Chalid. Idham merupakan sosok yang sulit dilepaskan dari dunia pesantren. Meski sempat mencecap ilmu di Sekolah Rakyat (SR), Idham memilih melanjutkan pendidikan di Madrasah Ar Rasyidiyyah.
Pria kelahiran Satui, Kalimantan Selatan, 27 Agustus 1921, ini kemudian melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Lulus dari Gontor pada 1943, Idham menempuh pendidikan di Jakarta.
Saat Nahdlatul Ulama (NU) memutuskan menjadi partai politik dan lepas dari Masyumi, Idham memilih bergabung dengan Partai NU dan memulai karir melalui jalur GP Anshor.
Kariernya di NU cukup cemerlang. Idham pernah mengampu sejumlah jabatan di partai itu, yang kemudian mengantarkannya menjadi Wakil Perdana Menteri Kabinet Ali Sastroadjojo jilid II, meski hanya berjalan selama satu tahun.
Idham juga memimpin Partai NU hingga mendulang sukses pada Pemilu 1971. Rezim Soeharto kemudian membuat penyederhanaan partai politik menjadi tiga yaitu Golkar, PDI, dan PPP. NU tergabung dalam PPP dan Idham kembali terpilih sebagai Ketua Umum.
Usai pemilu itu, Idham ditunjuk menjadi Ketua MPR/DPR hingga tahun 1977. Dia lalu dipercaya kembali menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) hingga 1983.
Bertahun-tahun, KH Idham Chalid menghabiskan masa hidupnya hanya untuk berjuang dan mengabdi pada negara. Hingga akhirnya pada tahun 1962 terjadi peristiwa Idul Adhaberdarah yang menghentikan perjuangannya untuk selama-lamanya.
Pada tahun tersebut, terjadi percobaan pembunuhan terhadap Presiden Soekarno. Bertepatan dengan perayaan Idul Adha 14 Mei. Kala itu, Idham selaku Ketua PBNU didaulat menjadi imam sholat Ied di Masjid Baiturrahim, Komplek Istana Kepresidenan.
Sholat Ied itu dimulai sekitar pukul 07.50 WIB. Presiden Soekarno bersama Wakil Menteri Pertahanan dan Keamanan Abdul Haris Nasution, KH Zainul Arifin, dan KH Saifuddin Zuhri berdiri di saf terdepan. Sholat berjalan dengan khusyuk hingga rakaat kedua. Insiden terjadi saat jamaah menjalankan rukun i'tidal, berdiri tegak usai rukuk.
Terdengar teriakan takbir bersusul letupan senjata muncul dari shaf ketiga. Peluru dari senjata ditujukan kepada Presiden Soekarno, namun berhasil digagalkan Paspampres.
Soekarno berhasil selamat. Tetapi, ada lima korban terkena peluru. Salah satunya adalah Idham Chalid. Minggu pagi 11 Juli 2010, mantan Ketua PBNU yang juga mantan Ketua MPR/DPR itu meninggal di usia 88 tahun. Idham Chalid meninggal dunia di kediamannya di kawasan pendidikan Darrul Maarif, Cipete, Jakarta Selatan, karena sakit yang diderita selama 10 tahun terakhir.
Gelar Pahlawan Nasional disematkan kepada KH Idham Chalid bersama enam tokoh lainnya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 113/TK/Tahun 2011 tanggal 7 November 2011. Idham Chalid menjadi putra Banjar ketiga yang diangkat sebagai Pahlawan Nasional setelah Hasan Basry dan Pangeran Antasari.
Dan KH Idham Chalid menjadi salah satu dari 12 pahlawan nasional yang akan tampil di gambar muka uang kertas dan uang logam rupiah desain baru. Keputusan itu ditentukan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo.
" Ada pertimbangan tertentu," kata Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI), Suhaedi, di kompleks BI, Jakarta, Kamis 15 September 2016.
***
Tak hanya di masa berlangsungnya peristiwa 10 November. Tokoh-tokoh pesantren pada masa itu juga menjadi urat nadi gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia lainnya.
Salah satunya, Ki Bagus Hadikusumo. Perannya terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia begitu dalam.
Sekolahnya tidak lebih dari sekolah rakyat (sekarang SD) ditambah mengaji dan besar di pesantren. Namun, berkat kerajinan dan ketekunan mempelajari kitab-kitab terkenal akhirnya ia menjadi mubaligh dan pemimpin umat.
Ki Bagus Hadikusumo merupakan pemimpin Muhammadiyah yang besar andilnya dalam penyusunan Muqadimah UUD 1945, karena ia termasuk anggota Panitia Persiapan Kemerdekan Indonesia (PPKI).
Peran Ki Bagus sangat besar dalam perumusan Muqadimah UUD 1945 dengan memberikan landasan ketuhanan, kemanusiaan, keberadaban, dan keadilan. Pokok-pokok pikirannya dengan memberikan landasan-landasan itu disetujui oleh semua anggota PPKI.
Tak cuma itu, Ki Bagus dikenal sebagai tokoh yang berani dan tegas menentang penjajah. Tatkala pimpinan tentara Dai Nippon yang terkenal kejam memerintahkan umat Islam dan warga Muhammadiyah melakukan upacara kebaktian tiap pagi sebagai penghormatan kepada Dewa Matahari, dengan tegas Ki Bagus menentang dan membela rakyat.
Atas segala jasa dan pengabdiannya terhadap negeri ini, pada Selasa 10 November 2015 tahun lalu, Presiden Joko Widodo pun menganugerahkan gelar pahlawan nasional pada Ki Bagus Hadikusumo.
Ki Bagus dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kuncen, Kecamatan Wirobrajan, Kota Yogyakarta. Tapi tidak ada satupun tanda di ata smakam. Tidak ada patok nama apalagi batu nisan. Hanya ditandai sebongkah batu, yang kini sudah tak jelas letaknya.
***
Di Hari Pahlawan tahun 206 ini, Presiden Jokowi melalui Keputusan Presiden RI Nomor 90/TK/Tahun 2016 tanggal 3 November menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada salah satu tokoh dari pesantren. KHR As'ad Syamsul Arifin. Ulama berdarah Madura yang lahir di Mekah ini berperan besar terhadap perjuangan berdirinya Republik Indonesia.
KHR As'ad kecil merupakan santri di Banyuanyar di bawah asuhan Kiai Abdul Majid dan KH Abdul Hamid. Saat usia 16 tahun, As`ad dikirim ayanya belajar ke Mekah, Arab Saudi.
Pada 1924, As'ad kembali ke Tanah Air. Meski lama belajar di Mekah, As'ad masih saja merasa ilmu yang dia kuasai masih sangat kurang. Dia memutuskan untuk menimba ilmu di sejumlah pesantren di Tanah Air.
Tetapi, kepribadian As'ad terbentuk saat berada di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur. Di bawah asuhan KH Hasyim Asy'ari, As'ad tumbuh di lingkungan santri pejuang. Dia berteman baik dengan para tokoh perjuangan seperti KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, KH Abbas Buntet, KH Wahid Hasyim, dan beberapa lainnya.
Dunia pesantren sudah mendarahdaging dengan perjuangan bangsa Indonesia merebut kemerdekaan. Semoga para pahlawan pesantren pendahulu kita khusnul khotimah di sana. Amin. (Ism)


sumber : www.dream.co.id

Saturday, 12 November 2016

Islam Mengimbau, Orang Dewasa Jangan Pernah Lakukan Ini di Depan Anak-Anak

Islam Mengimbau, Orang Dewasa Jangan Pernah Lakukan Ini di Depan Anak-Anak

Islam Mengimbau, Orang Dewasa Jangan Pernah Lakukan Ini di Depan Anak-Anak
BANYAK orangtua dan orang dewasa melakukan hal buruk, baik disengaja atau tidak disengaja di depan anak-anak. Perilaku tersebut jelas sangat mungkin ditiru anak-anak. Padahal, orang dewasa adalah contoh bagi anak.
Sementara, dalam Islam hal-hal buruk jelas tidak boleh dilakukan, entah bagi orang dewasa atau anak-anak. Namun, jika sebagai orang dewasa tidak bisa mematuhi, sebaiknya jangan melakukannya di depan anak-anak. Seperti dimuat Soundvision, Rabu (9/11/2016), berikut beberapa hal yang dilarang dilakukan di hadapan anak-anak.
Janji palsu
Sebagai contoh, Anda mengatakan kepada anak akan membawakan es krim, tetapi ketika es krim itu tidak diberikan kepada anak yang sudah dijanjikan maka Anda telah mengajarkan anak berbohong.
Berdebat dengan pasangan
Bayangkan bagaimana perasaan anak ketika melihat orangtuanya berkelahi dan saling serang lewat kata-kata. Anak-anak tidak akan tahu apa yang harus mereka lakukan.
Mem-bully orang lain
“Hei, lihat dia jelek sekali, hahaha!” Ketika perilaku tersebut dilakukan di depan anak-anak, mereka akan menganggap bahwa itu biasa tidak masalah dilakukan. Persepsi anak jadi keliru tentang bagaimana harus menghormati orang lain.
Bergosip

Meski anak mungkin tidak tahu duduk permasalahan dan tak mengerti apa yang dibicarakan, tetapi anak-anak menonton kalau orang dewasa di sekitarnya telah memakan 'daging' saudaranya sendiri.


Thursday, 10 November 2016

Telah terungkap siapa sih Al Habib M Rizieq bin Husein Syihab.

Telah terungkap siapa sih Al Habib M Rizieq bin Husein Syihab.


SOSOK ULAMA TANGGUH,TEGAS,RAMAH DAN SEDERHANA, YANG TAK PERNAH TERGADAIKAN IMANNYA.

dikutip dari Alhabib Quraisy Baharun 
Bayak teman teman yang bertanya kepada saya, baik langsung atau melalui akun fb yang menandai saya.
"Sebenarnya siapakah Habib Riziq Syihab itu...?"
Saya jawab : "Beliau adalah pimpinan sekaligus pendiri Front Pembela Islam, beliau beraqidah ahlussunnah wal jamaah dan bermadzhab syafii sebagaimana kita, berdakwah sebagaimana manhaj dakwah salaf kita, bahkan lebih sempurna dari kita dalam menjalankan diantara dua sisi cara dakwah, yaitu menjalankan perintah dengan ma'ruf dan mencegah dari pada yang mungkar.


Image result for habib rizieq

Biografi Ringkas Al Habib M Rizieq bin Husein Syihab.
Sebenarnya siapa yang tidak mngenal sosok yang satu ini. Beliau seorang ulama Indonesia yang memiliki banyak pengagum dan pengikut. Seorang tokoh Islam Indonesia yang dikenal sebagai pemimpin atau Imam Besar organisasi Front Pembela Islam. Beliau seorang mujahid tangguh, seorang orator ulung dan singa podium ketika di atas panggung. Ceramahnya mampu membangkitkan ruhul jihad banyak orang. Beliau berani mengatakan yang haq itu haq dan yang batil itu batil walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Setiap pengajian atau atau tabligh akbar dimana beliau menjadi penceramahnya suka dihadiri oleh ribuan bahkan ratusan ribu orang. Beliau adalah Al Habib Muhammad Rizieq Syihab, Lc, MA, DPMSS. Tinggal dirumah yang terletak di Jl. Petamburan III No. 83, Tanah Abang Jakarta Pusat. Walau pun kini Beliau pindah ke Markaz Syariah di Megamendung Bogor Jawa Barat.
Beliau lahir di Jakarta, 24 Agustus1965.

Nasabnya hingga ke Rasulullah S A W
Nasab Al Habib Muhammad Rizieq Syihab bin Husein bin Muhammad bin Husein bin Abdullah bin Husein bin Muhammad bin Syeikh bin Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad Syihabuddin Al-Asghar bin Abdurrahman Al-Qadhi bin Ahmad Syihabuddin Al-Akbar bin Abdurrahman bin Syeikh Ali bin Abu Bakar As-Sakran bin Abdurrahman As-Segaf …bin Muhammad Maulad Daawilah bin Ali bin Alwi Ibnul Faqih bin Muhammad Al-Faqihil Muqaddam bin Ali Walidil Faqih bin Muhammad Shahib Murbath bin Ali Khala’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa An-Naqib bin Muhammad Djamaluddin bin Ali Al-Uraidhi bin Ja’far As-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein As-Sibth bin Ali bin Abi Thalib wa Fathimah Az-Zahra binta Rasulullah Muhammad SAW

Beliau keturunan Nabi Muhammad Saw yang ke-38. mewarisi ketegasan datuknya, kesantunan serta akhlaknya yang baik dan ilmunya yang luas. Meskipun begitu Al Habib Muhammad Rizieq pernah berkata :
“garis keturunan bukan untuk tujuan pamer. Jika itu adalah tujuan, maka harus merupakan kesombongan, dan itu adalah dosa,”
Al Habib Husein ayahnya Al Habib Rizieq meninggal dunia tahun 1966. Jadi, ketika itu Al Habib Rizieq baru berusia 11 bulan. ”Jadi saya mengenalnya hanya dari foto,” kenang Al Habib Rizieq..
Sang ayah lahir tahun 1920-an, sebelum meninggal di Polonia, Jatinegara, berkata kepada seorang anggota keluarganya, ”Tanyakan kepada putra saya ini, kalau sudah besar mau menjadi ulama atau jagoan. Kalau mau jadi ulama, didik agamanya dengan baik. Kalau mau jadi jagoan, berikan dia golok.”. Al Habib Rizieq pun tumbuh menjadi seorang ulama besar yang segani oleh kawan maupun lawan. Menurut sejumlah teman almarhum Habib Husein Syihab merupakan pemimpin Pandu Arab. Al Habib Husein ini pernah bekerja di Rode Kruis (kini Palang Merah Indonesia) pada masa kembalinya Belanda setelah proklamasi kemerdekaan.
Al Habib Husein, yang ketika itu masih berusia 20 tahunan, bekerja di bagian logistik. Di sini beliau punya hubungan dengan para pejuang kemerdekaan. Beliau banyak memberikan makanan dan pakaian untuk para pejuang yang ketika itu bergerilya di Jakarta dan sekitarnya.
Rupanya pihak NICA (tentara Belanda) mengendus tingkah lakunya itu, karena ada kawannya sendiri yang tega mengkhianatinya dan melaporkannya pada NICA. Tanpa ampun lagi, Al Habib Husein Syihab pun ditangkap. Kedua tangannya diikat dan ia diseret dengan kendaraan Jeep. Di penjara beliau divonis hukuman mati oleh Belanda. Tapi, berkat bantuan Allah, Al Habib Husein Syihab berhasil kabur dari penjara dan melompat ke Kali Malang. Setelah di selamatkan oleh para laskar pimpinan KH. Noer Ali. Beliau selamat, meskipun bagian pantatnya tertembak. Beliau sadar setelah sebelumnya mendapat pertolongan dari KH Noer Ali, pejuang Bekasi yang sangat ditakuti NICA.
Pernah dalam suatu kesempatan Al Habib Muhammad Rizieq Syihab memperlihatkan foto ayahnya dengan istri Bung Karno, Fatmawati, dalam suatu upacara pada awal kemerdekaan. Al Habib Rizieq menyatakan bangga terhadap ayahnya punya semangat nasionalisme yang tinggi dan ikut membakar para pemuda Arab melawan Belanda melalui Pandu Arab Indonesia serta merupakan seorang pejuang kemerdekaan.
Ayah Al Habib Husein Syihab yaitu Al Habib Muhammad Syihab, dahulu pernah memiliki ratusan delman dan memiliki istal kuda di depan RS Pelni. Delman yang bertrayek Tanah Abang ke Kebayoran Lama ini pernah diganggu oleh preman yang mengaku anak buah si Pitung, jagoan Betawi yang dibenci Belanda.
Seperti dituturkan Al Habib Muhammad Rizieq, kakeknya itu langsung menemui singa betawi si Pitung. Ternyata preman tersebut bukanlah anak buah si Pitung dan si Pitung pun merasa tidak senang namanya dicatut. Rupanya pertemuan itu malah membuat dua tokoh Betawi tersebut menjadi akrab. Akhirnya, Al Habib Muhammad dikawinkan dengan ponakan Pitung dari Koebon Nanas, Kebayoran Lama. Dari perkawinan ini lahirlah Al Habib Husein Syihab, ayah dari Al Habib Muhammad Rizieq Syihab. Jadi, bisa dibilang bahwa Al Habib Rizieq masih termasuk cucu Pitung sang singa betawi.
Semenjak ayahnya meninggal Al Habib Muhammad Rizieq Syihab tidak dididik di pesantren. Namun, sejak berusia empat tahun Beliau sudah rajin mengaji dari masjid ke masjid. Ibunya yang sekaligus berperan sebagai bapak dan bekerja sebagai penjahit pakaian serta perias pengantin, sangat memperhatikan pendidikan Al Habib Muhammad Rizieq Syihab, Lc, MA, DPMSS

Pendidikan sekolahnya dimulai di SDN 1 Petamburan, SMP 40 Pejompongan, SMP Kristen Bethel Petamburan Jakarta, SMAN 4 Gambir, dan SMA Islamic Village (Tangerang) sampai pada tahun 1982. Kemudian tahun 1983 kuliah di LIPIA selama setahun kemudian Habib mendapat beasiswa dari OKI untuk melanjutkan studi S1 di King Saud University, jurusan Dirasah Islamiyah, Fakultas Tarbiyah. Tahun 1990 Habib Rizieq berhasil menyelesaikan studinya dan sempat mengajar di sebuah SLA di Riyadh selama 1 tahun lalu kembali ke Indonesia pada tahun 1992. Studinya ke King Saudi University, Arab Saudi, yang diselesaikan dalam waktu empat tahun dengan predikat cum-laude. Beliau tinggal di Arab Saudi kurang lebih selama 7 - 8 tahun. Selanjutnya Al Habib Muhammad Rizieq Syihab juga telah menyelesaikan Studi Islam S2 dan S3 di Universitas Antar-Bangsa Malaysia.
Sebelum Beliau sekolah di luar negeri, Beliau juga sering menghadiri berbagai majelis taklim yang ada di Jakarta serta belajar pada para ulama dan Habaib yang ada di Jakarta.

Setelah pulang ke Indonesia beliau mulai mengajar bahkan menjadi kepala sekolah Madrasah Aliyah Jamiat Kheir, Jakarta. Selain itu, sekarang ini beliau masih menjabat sebagai Mufti Besar Kesultanan Darul Islam Sulu (gelar: Datuk Paduka Maulana Syar'i Sulu) Malaysia. Jadi, gelar DPMSS merupakan singkatan dari mufti sulu.
Beliau menikah pada 11 September 1987 dengan Syarifah Fadhlun serta dikaruniai 7 orang anak perempuan : Rufaidah Syihab, Humairah Syihab, Zulfa Syihab, Najwa Syihab, dan Mumtaz Syihab, Fairuz Syihab dan Zahra Syihab. Anak-anak tersebut disekolahkan di Jami’at Khair, dan juga didatangkan guru privat (ilmu agama dan umum).
Al Habib Muhammad Rizieq Syihab mendeklarasikan berdirinya Front Pembela Islam (FPI) tanggal 17 Agustus 1998 atau tanggal 25 Robi’utsani 1419 H. Front Pembela Islam (FPI) adalah sebuah organisasi massa Islam yang berpusat di Jakarta. Beliau dalam menegakkan amar maruf nahi munkar memang tegas dan tanpa pandang bulu. Organisasi yang mencanangkan Gerakan Nasional Anti Maksiat pada awal berdirinya. Maka, berbagai kritik, kecaman, tuduhan, tudingan, fitnah dan caci maki, teror, ancaman dan intimidasi kerapkali dialamatkan pada Habib dan organisasi ini.
Berbagai ujian dan cobaan menghantam Habib, serta para aktivis yang tergabung dalam FPI. Pada tanggal 3 Sya’ban 1419 H/ 22 November 1998 terjadi Peristiwa Ketapang, Jakarta, 22 November 1998, sekitar 200 anggota massa FPI bentrok dengan ratusan preman. Peristiwa ini menyeret FPI ke dalam tragedi berdarah yang menggemparkan dunia. Bahkan pada tanggal 11 April 1999 Al Habib Rizieq ditembak orang tak dikenal.
Alhamdulillah.. atas berkat pertolongan Allah SWT beliau selamat dari usaha pembunuhan tersebut. Setahun kemudian yaitu sepanjang tahun 2000 terjadi penangkapan besar-besaran terhadap aktivis FPI diberbagai wilayah.
Benarlahlah kata pepatah “semakin tinggi pohon menjulang, semakin kencang angin menerjang”. Begitulah yang dialami oleh Al Habib Rizieq beserta para aktivisnya yang tergabung dalam FPI harus keluar masuk penjara serta menghadapi berbagai badai fitnah, cacian dan ancaman.
Tepatnya pada tanggal 16 Oktober 2002 Al Habib Rizieq dipenjara dalam rumah tahanan Polda Metro Jaya tanpa ada alasan yuridis yang jelas. Kemudian dilanjutkan dengan tahanan rumah, lalu penangguhan penahanan hingga 20 April 2003. Akan tetapi, pada 21 April 2003 Al Habib Rizieq kembali dijebloskan ke penjara rumah Tahanan Salemba. Hal ini pun tanpa alasan hukum yang jelas.
Beberapa tahun kemudian tepatnya pada tanggal 30 Oktober 2008 Habib Muhammad Rizieq Syihab divonis 1,5 tahun penjara karena dinyatakan bersalah terkait penyerangan terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan atau AKKBB pada peristiwa Insiden Monas 1 Juni. Hal ini pun tanpa alasan hukum yang jelas.
Al Habib Rizieq sangat paham dan mengerti bahwa berbagai penahanan tersebut merupakan bagian dari upaya pemberangusan dakwah Habib bersama FPI dan gerakan amar maruf nahi munkarnya. Berbagai alasan dibuat, pasal berlapis disiapkan dan kedzoliman atas nama hukum dilakukan.
Namun, apapun bentuk kedzoliman yang dilakukan Alhamdulillah.. FPI tetap eksis dan konsisten dengan perjuangan amar maruf nahi munkar. Bahkan jumlah anggota FPI semakin banyak. Diberbagai daerah dari ujung Merauke Aceh sampai ke berbagai pulau yang ada di Indonesia dideklarasikan cabang-cabang FPI. Bahkan di Malaysia telah berdiri cabang FPI. Di negara lainpun seperti di Hadhramaut Yaman, Kairo Mesir telah terdapat cabang FPI yang tergabung dalam FMI (Front Mahasiswa Islam) yaitu organisasi sayap FPI.
Tidaklah heran jika Sulthanul Ilmi Al Habib Salim As Syathiri pimpinan Ribat Tariem Hadhramaut Yaman pernah berkata dalam Haul ayahandanya Al Quthb Al Habib Abdullah bin Umar As Syathiri, “Bahwa para habaib, ulama, shalihin serta aulia banyak sekali di bumi ini termasuk di Indonesia. Akan tetapi, sangat jarang sekali ada seorang habib yang berani seperti Habib Rizieq. Mungkin adanya hanya 800 tahun sekali itu juga dulu ketika zaman Al Imam Faqih Muqaddam Muhammad bin Ali Ba’alawi”.
Al Habib Rizieq berdakwah memang bukan saja melakukan amar maruf nahi munkar dan berjihad, akan tetapi Al Habib Rizieq bersama FPI melakukan berbagai bakti sosial diberbagai penjuru negeri yang ada di Indonesia. Hal ini tentu mengundang simpati masyarakat dan berbagai kalangan. Sangat berbeda jauh dengan pemberitaan-pemberitaan diberbagai media sosial yang selalu menyudutkan atau memojokkan Habib dan FPI. Beberapa bakti atau aksi sosial yang dilakukan oleh Al Habib Rizieq bersama FPI adalah sebagai berikut :
Menjadi evakuator mayat terbanyak ketika terjadi Tsunami di Aceh
Menteri Sosial ketika itu, Dr. Salim Segaf mengapresiasi kontribusi FPI selama ini. "Saya pernah mengunjungi Habib Rizieq dan kawan-kawan FPI ketika bencana tsunami Aceh, saya salut kepada FPI yang telah mengevakuasi puluhan ribu mayat ketika itu," ujarnya.

"Saat bencana Tsunami Aceh saya bertemu Habib Rizieq, ternyata beliau dan laskar FPI itu tinggal kuburan dengan mendirikan tenda-tenda bukan di hotel. Habib Rizieq memimpin laskar untuk mengevakuasi mayat selama 4 bulan, Subhanallah inilah yang FPI lakukan. Bayangkan, tinggal di kuburan, kita semalam aja udah takut, ini 4 bulan," ujar menteri sosial menceritakan pengalamannya.
Dalam peristiwa bencana tsunami di Aceh tahun 2004 lalu, dengan biaya sendiri serta peralatan seadanya FPI berhasil mengevakuasi sekitar 100 ribu mayat, banyak mayat yang sulit dievakusi namun bisa diatasi oleh anggota FPI, bahkan relawan FPI-lah yang menemukan mayat, Juru bicara Polda Aceh, Sayed Husaini. Namun sayang jasa besar FPI itu, hampir tidak diberitakan sama sekali oleh media-media sekuler. Dalam tugu Tsunami disitu ditulis bahwa FPI merupakan yang terbanyak dalam mengevakuasi mayat sedangkan urutan selanjutnya adalah TNI Polri dan lembaga lainnya.
2. Aksi kemanusiaan FPI di lokasi banjir dan kebakaran seperti di Jakarta

Hal ini merupakan rutin dilakukan karena Jakarta merupakan daerah yang sering terkena banjir. Posko-posko untuk menyalurkan bantuan kepada korban banjir berdiri hingga ke berbagai pelosok Jakarta. Bahkan tak jarang Imam Besar FPI Al Habib Rizieq juga langsung terjun ke lapangan.
3. Gempa Padang
Seperti halnya di Aceh relawan FPI juga banyak yang turun ke Padang. Bahkan hingga berbulan bulan menolong korban gempa.
4. Letusan Merapi Yogya
5. longsor Leuwi Gajah
6. air bah Morowali
7. Jebolnya tanggul Situ Gintungg TangerangKerusuhan Mbah Priok
8. Tsunami di Pangandaran
9. Longsor di Ciwidey Bandung dan berbagai tempat lainnya yang mengalami bencana Relawan FPI selalu terdepan.
10. Bantuan untuk Palestina rutin setiap tahunnya tak kurang dari Rp. 1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah).
11. Pembagian sembako bagi orang-orang yang tidak mampu di berbagi tempat
Kerjasama FPI dengan Kemensos RI secara nasional dalam Program Bedah Kampung. Ribuan rumah miskin di puluhan kampung Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, Purwakarta, Pasuruan, Palu, dan Gresik, berhasil dibedah.
Kerjasama FPI dengan Kemenag RI dalam Program Pengembalian Ahmadiyah kepada Islam. Ribuan pengikut Ahmadiyah taubat dan masuk Islam. Seperti di Tenjo Waringin Tasik, 800 warga Ahmadiyah kembali pada Islam.
Sejumlah Pemda di berbagai Daerah bekerjasama dengan FPI dalam program kebersihan lingkungan, penyuluhan kesehatan, pemberantasan hama pertanian, penghijauan lahan gundul, dan sebagainya.
Bahkan pernah ada kerjasama FPI dengan almarhum Taufiq Kiemas Pimpinan MPR RI dalam pemantapan Empat Pilar RI. FPI tidak pernah menolak Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bineka Tunggal Ika selama ditafsirkan secara benar dan lurus. Maka itu Mantan Menteri Dalam Negeri Indonesia Gamawan Fauzi pernah mengimbau agar Kepala Daerah bisa menjalin kerja sama dengan organisasi masyarakat ini.
Bahkan saat ini FPI sedang melakukan upaya pencegahan banjir Jakarta dengan mereboisasi daerah hulu sungai yang mengarah ke Ibu Kota. Lokasi bertempat di Pesantren Agrikultural dareah Gunung Pangrango, Puncak. Pada Januari FPI menanam sekitar 40 ribuan pohon. Ketua FPI Habib Rizieq Sihab menargetkan agar di bulan Desember ada 300 ribu pohon tertanam di sana. Sehingga dua tahun kedepan ada satu juta pohon untuk reboisasi hutan Lokasi. Di daerah tersebut ada empat aliran sungai yang mengarah ke Jakarta.
Aksi sosial tersebut merupakan sebagian kecil yang sudah disumbangkan oleh FPI untuk masyarakat dan bangsa Indonesia. Masih banyak kegiatan-kegiatan positif lainnya yang telah dilakukan oleh Al Habi Rizieq Syihab bersama FPI.


artikel ini di kutip dari halaman 

Alhabib Quraisy Baharun